News

790 WBP Narkotika Kelas II A Muara Beliti Terima Remisi Idul Fitri 1447 H

170
×

790 WBP Narkotika Kelas II A Muara Beliti Terima Remisi Idul Fitri 1447 H

Sebarkan artikel ini

 

Musi Rawas, Sumselnetwork.com-Sebanyak 790 dari 989 warga binaan pemasyarakatan (WBP) narkotika kelas II A Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas menerima remisi Hari Raya Idul Fitri 1447 H.

Rinciannya, 788 WBP mendapat remisi khusus (RK) I pemotongan dari 15 hari sampai 2 bukan. Sedangkan dia WBP menerima RK II dengan masa pemotongan tahanan dari 15 hari sampai dia bulan.

Untuk RK I, 66 WBP menerima remisi 15 hari, 560 WBP menerima remisi satu bulan. Kemudian 119 WBP menerima remisi satu bulan 15 hari dan 43 WBP menerima remisi dia bulan. Sementara itu untuk RK II cuma dua orang mendapat remisi dua bulan.

“Remisi untuk WBP narkotika kelas II A Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas diberikan usai pelaksanaan sholat Idul Fitri 1447 H, ” Kata Kalapas Narkotika kelas II A Muara Beliti, Herdianto, kepada awak media, Sabtu (21/3/2026).

Dijelaakannya bahwa remisi khusus Idul Fitri 1447 H merupakan hak warga binaan yang telah memenuhi syarat secara administratif dan substantif sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

 

“Remisi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh warga binaan untuk terus berperilaku baik dan mengikuti program pembinaan dengan sungguh-sungguh, sehingga nantinya dapat kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik,” jelasnya.

Dia menambahkan pemberian remisi bukan hanya sekadar pengurangan masa pidana, tetapi juga sebagai bentuk penghargaan negara kepada warga binaan yang telah menunjukkan perubahan positif selama menjalani masa pembinaan.

“Momentum Idul Fitri di dalam Lapas pun terasa lebih bermakna dengan adanya pemberian remisi ini,” Ucapnya.

Masih katanya remisi menjadi simbol harapan baru bagi warga binaan untuk menata kembali kehidupan di masa depan.

“Dengan adanya pemberian Remisi Khusus Idul Fitri ini, Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti terus berkomitmen dalam mendukung proses pembinaan yang humanis serta mendorong reintegrasi sosial warga binaan ke tengah masyarakat,” Pungkasnya. (**)