Lubuklinggau, sumselnetwork.com/- Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 24.316.55 Kelurahan Kupang Kecamatan Lubuklinggau Selatan Kota Lubuklinggau diduga main mata dengan pengguna roda dua tangki modifikasi dan diduga memainkan barcode saat pengisian bahan bakar minyak (BBM).
Hal tersebut terlihat langsung ketika di SPBU 24.316.55 petugas dispenser BBM membiarkan para pengunjal BBM subsidi menggunakan sepeda motor tangki modifikasi bercampur dengan masyarakat umum ketika mengisi BBM, Sabtu (5/9/2026).
Mirisnya diduga petugas bermain dengan pembeli R2 menggunakan tangki modifikasi saat pengisian menggunakan barcode. Pengunjal R2 tangki modifikasi menggunakan sepeda motor jenis Suzuki Thunder. Kendaraan tersebut tidak standar dan cenderung grempang.
Akibatnya banyak pembeli masyarakat umum antri dan sering menunggu lama. Karena kapasistas pengisian BBM lebih banyak dan nyaris sama dengan mobil.
Ando,35, warga Temam mengaku antri di SPBU tersebut selalu lama. Karena, mereka harus antri dengan ngunjal BBM sepeda motor modifikasi. “
Kami ini pak kadang mau kerja ataupun pulang kerja. Kami paling banyak Rp35.000,- sampai Rp40.000 untuk sekali ngisi sepeda motor jenis bebek,”kata Ando.
Sedangkan, untuk sepeda motor jenis besar biasanya paling banyak Rp130.000,-. Sementara pengunjal sampai Rp350.000,- sama kayak mobil. “Aku tu dak pulok pak. Men mereka nak ngunjal kasih jalur sikok. Jangan campur dengan pengguna umum lainnya yang mengisi BBM untuk aktivitas sehari-hari. Boleh kito berniaga pak tapi untuk hal yang baik jangan masyarakat unum dikalahkan,”tegasnya.
Terpisah, Rudi Hartono,40, warga Muara Beliti Baru mengatakan dirinya ikut antri mengisi BBM. Tetapi, menjadi lama karena hanya dibuka satu dispenser kiri kanan. Bergabung dengan pembeli sepeda motor. Sedangkan dispenser lainnya kosong tidak digunakan.
“Aku antri pak isi BBM untuk naksi nyarj duit makan sehari-hari. Waktu habis ksi BBM bae pak. Cobalah taksi kayak kami ini diberi percepatan. Karena kami nie angkutan desa pak. Berapolah dapat kami ini,”kata Rudi.
Dia menambahkan bagaimana moda transportasi perdesaan tumbuh. Ketika melakukan pengisian BBM selalu lama dan antri panjang. Sedangkan di dalam nya banyak orang-orang dan anak sekolah yang menggunakan angkutan desa (Angdes).
“Kami minta jugo aparat penegak hukum. Tolong tindak pelaku pengunjal BBM jenis pertalite R2 & R4 tangki modifikasi. Jangan sampai bergabung dengan masyarakat umum lainnya. Karena memgejar keuntungan semata,”pungkasnya.(Eky).












