Muratara, Sumselnetwork.com- Pengacara Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) Abdul Aziz menuturkan dirinya secara pribadi dan atas nama pengacara turut berduka cita atas tragedi kemanusiaan bus ALS versus truk tangki PT Seleraya Merangin Dua (SRMD). Karena, merenggut banyak nyawa.
“Saat ini saya berduka cita mendalam. Bukan hanya karena banyak korban jiwa. Melainkan ada putra daerah Muratara yang harus menjadi korban juga. Namun, dibalik semua ini harus menjadi pembelajaran dan berbenah diri agar tidak terjadi hal serupa dikemudian hari,”tegas Abdul Aziz, Kamis (07/05/2026).
Menurutnya, hasil identifikasi Polda Sumsel dan Polres Muratara. Diduga kejadian ini karena bus mengelak lubang dan terjadilah tabrakan itu berdasarkan pengakuan kernek bus saat olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Kita akui saat ini permasalahan jalan rusak dan berlubang bukan hanya kabupaten Muratara melainkan kabupaten/kota lainnya di Provinsi Sumsel. Jalan rusak menjadi indikator penyebab laka lantas. Karena banyak mengambil jalur lainnya,”katanya.
Itu hasil dari fakta dilapangan pasca kejadian. Aziz menegaskan yang lebih diperhatikan masalah angkutan crude yang melintas di jalan umum Trans Sumatera Muratara. Siapa yang memberikan izin. Ini yang harus dipertanyakan dan pandang lagi. Bahwa, road tank crude itu harus mematuhi aturan yang ditentukan dari kelayakan kendaraan, sumber daya manusia (SDM) dan aturan lainnya dalam menjalankan road tank crude.
“Berulang kali saya minta angkutan PT SRMD harus ditinjau ulang jangan melintas di jalan umum masyarakat. Karena itu bom waktu setiap saat meledak. Lihat, kejadian ini betapa mengerikan dan memilukan 16 orang hangus terbakar. Ini keluarga kito sopir road tank, awak kenal dan tahu. Beda jika kemarin laka dengan truk muatan ayam ataupun lainnya. Insya Allah tidak tragis kayak kemarin,”jelas dia.
Hal ini jadi catatan lanjut Aziz, pemerintah harus merubah regulasi melintas di jalan umum. Ini tabrakan berakibat ledakan dan api dalam sekejap menghanguskan. Bagaimana jika road tank crude itu menyasar ke rumah padat penduduk. Seperti di Beringin Makmur 2 ataupun lainnya. Betapa jadi lautan api semuanya bagaimana manusianya.
‘Kita minta pemerintah segera berbenah lindungi masyarakat karena road tank ini melintas dari Belani ke Jene BTS Ulu Cecar. Berapa panjang jarak dan melintas di pemukiman padat penduduk,”ungkapnya.
Aziz menambahkan seluruh pihak PT SRMD dan pengangkut crude harus memberikan klarifikasi terkait proses angkutan yang dijalankan. Karena banyak nyawa yang ada di lintasan crude tersebut.
Sementara itu hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi PT SRMD ataupun transportir crude yang mengalami kecelakaan. (**))












