News

Berang, Bupati Musi Rawas Utara Berkunjung Di Puskesmas Sering Dijumpai Sepi Petugas

224
×

Berang, Bupati Musi Rawas Utara Berkunjung Di Puskesmas Sering Dijumpai Sepi Petugas

Sebarkan artikel ini

 

Muratara,Sumselnetwork.com- Bupati Musi Rawas Utara (Muratara), H Devi Suhartoni berang melihat para pegawai pusat pelayanan kesehatan masyarakat (Puskesmas) sering dijumpai tidak ada ditempat.

Hal tersebut ditegaskan saat melakukan kunjungan ke Puskesmas Bingin Teluk Kecamatan Rawas Ilir Kabupaten Musi Rawas Utara, Kamis (21/05/2026).

Menurutnya, puskesmas menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat. Karena puskesmas yang paling banyak bisa melayani masyarakat. Seperti, puskesmas Bingin Teluk tempat saya.

“Saya tidak ada pilihan. Kita harus ramah, rapi dan disiplin. Obat-obat harus siap. Tidak ada langsung ngomong dengan saya. Obat yang cepat dipakai masyarakat Generik. Nah, nggak pecat saja semua. Ya sudah saya duduk saja sendiri disini,”tegas Devi Suhartoni.

Dijelaskannya, kenapa? Ya sudah saya beli saja obat Paracetamol. Sakit pening ini obat Paracetamol. Sakit perut ini obatnya. Tidak perlu ke dokter kalau petugas puskesmas tidak ada yang beri pelayanan semua.

“Ingat kupik-kupik (Ibu-Ibu). Awak (Saya) orang Rawas Ilir, awak ngato (Saya bicara) setiap hari awak ke keliling. Setiap saat awak pacak (Bisa) kesiko (Kesini).Masih juga kamu katek (Tidak Ada),’kata Devi Suhartoni.

Menurutnya, kemarin buk dokter, sudah tahu ibu ada atau tidak. Mana yang wakti saya datang kesini yang ada masuk kerja disini angkat tangan. Saya bilang betino (Wanita) men (Jika) berbedak dan abang bibir (Lipstik) iluk (Cantik) galo (Semua). Tapi, puskesmas kotor. Melayani orang muka mencerut (Cemberut). Awak cakap (Ngomong) bahasa dusun bae (Saja).

” Men gek bercakap awak. Nak kemano dak tahu pak bupati. Ngape. Kami sak KUPT dak tahu urang (Orang). Ubat nak nahu, gaji kak kecil. Makmano nak di gaji men kamu dak disiplin. Awak kini punyo tekad anak-anak paramedik dan guru bisa naikkan gajinya,”ungkap Devi Suhartoni.

Dikatakanya, nah, sekarang saya Challenge (Tantangan). Dua bulan lagi saya datang kesini. Obat kini telah berubah atau belum. Setiap puskesmas lebih banyak kapas. Apa bocor semua kepala orang Muratara ini. Mau nutup bocor itu semua.

“Kapas banyak sekali, jadi apa gunanya. Yang diperlukan itu obat dan pelayanan di masyarakat. Saya minta semua harus berubah,”pungkasnya.(Eky)