News

Baralek Gadang IKM Lubuklinggau, HESK Siapkan Pelantikan Pengurus Periode 2026–2031

142
×

Baralek Gadang IKM Lubuklinggau, HESK Siapkan Pelantikan Pengurus Periode 2026–2031

Sebarkan artikel ini

 

Lubuklinggau, SumselNetwork.com— Setelah terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Besar Ikatan Keluarga Minang (IKM) Kota Lubuklinggau pada 8 Agustus 2026, Ketua terpilih H Epi Syamsul Komar (HESK) bergerak cepat mempersiapkan pelantikan sekaligus menyusun program kerja organisasi untuk periode 2026–2031.

Langkah awal dilakukan dengan mengumpulkan para ketua kelompok Minang yang ada di Kota Lubuklinggau. Pertemuan tersebut digelar di Rumah Makan Singgalang Bundo Kandung, Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Majapahit, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, Senin malam (24/8/2026).

Rapat tersebut menjadi pertemuan perdana setelah HESK terpilih sebagai Ketua IKM Kota Lubuklinggau. Selain membahas persiapan pelantikan, pertemuan juga menjadi momentum mempererat silaturahmi dan menyatukan seluruh kelompok Minang dalam satu wadah kekeluargaan.

Dalam sambutannya, HESK mengatakan, pertemuan tersebut merupakan langkah awal untuk memperkuat kebersamaan serta menyatukan seluruh keluarga besar Minang di Kota Lubuklinggau.

“Ini merupakan rapat perdana setelah saya terpilih. Intinya untuk menguatkan kekeluargaan sekaligus mempererat silaturahmi di antara seluruh keluarga besar Minang yang ada di Kota Lubuklinggau,” ujar HESK.

Ia menjelaskan, susunan kepengurusan IKM Kota Lubuklinggau periode 2026–2031 telah disusun dengan mempertimbangkan kemampuan dan bidang keahlian masing-masing pengurus.

“Kita sudah menyusun kepengurusan IKM Kota Lubuklinggau periode 2026–2031. Insyaallah setelah pelantikan, program-program kerja yang sudah saya sampaikan akan mulai kita realisasikan,” katanya.

Sejumlah program yang menjadi perhatian di antaranya membantu pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) masyarakat Minang, memberikan bantuan sound system kepada kelompok-kelompok Minang, serta memperkuat koordinasi dan persatuan seluruh warga Minang.

“Kita ingin merapatkan barisan dan bersatu. Kita bangun IKM ini menjadi rumah besar bagi seluruh keluarga Minang di Kota Lubuklinggau. Program bantuan UMKM dan pembagian sound system kepada kelompok-kelompok Minang juga akan kita realisasikan secara bertahap,” tegasnya.

HESK juga menekankan bahwa kepengurusan IKM ke depan harus diisi orang-orang yang memiliki kemampuan sesuai bidangnya, sehingga roda organisasi dapat berjalan secara profesional dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Semangat tersebut sejalan dengan pepatah Minang, “Barek samo dipikua, ringan samo dijinjiang”, yang bermakna setiap persoalan dan beban harus dipikul bersama serta setiap kebahagiaan dinikmati bersama.

Sementara itu, rapat dipimpin langsung Sekretaris IKM Kota Lubuklinggau, Efrizal. Salah satu agenda utama pertemuan adalah memilih ketua, sekretaris, dan bendahara panitia pelantikan IKM Kota Lubuklinggau.

Efrizal mengajak seluruh peserta rapat untuk mengedepankan musyawarah mufakat dalam menentukan kepanitiaan.

“Silakan kita berembuk dan bermusyawarah untuk mufakat. Kita harapkan kepanitiaan yang terbentuk nanti bisa bekerja bersama-sama untuk menyukseskan pelantikan,” ujar Efrizal.

Melalui proses musyawarah, akhirnya disepakati Yandra sebagai Ketua Panitia Pelantikan, Dianto Busro sebagai Sekretaris, dan Azwar Johan sebagai Bendahara.

Rencananya, pelantikan pengurus IKM Kota Lubuklinggau periode 2026–2031 akan digelar pada 13 atau 14 September 2026 pada siang hari, acara tersebut direncanakan dimeriahkan dengan pertunjukan tambur dan tari piring.

Sementara pada malam harinya, rangkaian kegiatan akan dilanjutkan dengan hiburan kesenian KIM yang diharapkan mampu menjadi ajang silaturahmi dan hiburan bagi seluruh keluarga besar Minang.

Rapat tersebut dihadiri para ketua kelompok Minang yang ada di Kota Lubuklinggau, di antaranya Ikatan Keluarga Koto Baru Maninjau (IKBM), Ikatan Keluarga Koto Gadang (IKOGA), Solok Saiyo Sakato (S3), Ikatan Keluarga Pandan Maninjau (IKPM), Ikatan Koto Gadang Maninjau (IKGM), Patipuh Sapuluah Koto (PBSK), Ikatan Keluarga Pesisir Selatan (IKPS), Ikatan Keluarga Bukittinggi Saiyo (IKBS), Sulit Air Sepakat (SAS), Ikatan Keluarga Kenagarian Koto Kaciak (IKEK), Ikatan Keluarga Koto Malintang (IKKM), Ikatan Keluarga Tanah Datar (IKTD), serta Ikatan Keluarga Wanita Minang (IKWM).

Kebersamaan tersebut menjadi modal penting bagi IKM Kota Lubuklinggau dalam menjalankan roda organisasi lima tahun ke depan. Sebab, dalam adat Minangkabau dikenal pepatah “Dima bumi dipijak, di sinan langik dijunjuang”, yang mengajarkan pentingnya menghormati tempat berpijak sekaligus membangun hubungan harmonis dengan masyarakat sekitar.

Dengan semangat kebersamaan, musyawarah dan kekeluargaan, IKM Kota Lubuklinggau di bawah kepemimpinan HESK diharapkan tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, daerah, serta menjaga nilai-nilai budaya Minangkabau di tanah perantauan.