News

Bupati Musi Rawas Utara Tegaskan Jangan Asal Mengkritik, Investor Akan Stop Program, Jangka Panjang Sangat Merugikan

390
×

Bupati Musi Rawas Utara Tegaskan Jangan Asal Mengkritik, Investor Akan Stop Program, Jangka Panjang Sangat Merugikan

Sebarkan artikel ini

 

Muratara, Sumaelnetwork.com-Mungkin takut investor menyetop kegiatan di Musi Rawas Utara, Bupati Musi Rawas Utara, H Devi Suhartono, meminta pengkritik untuk memberi kritik sesuai dengan dasar.

Jangan memakai kritik diduga dan dikira, karena kalau ini terus berlangsung maka program nasional yang akan masuk ke Kabupaten Musi Rawas Utara akan sangat berdampak pada pembangunan jangka panjang di wilayah Kabupaten Musi Rawas Utara

“Dulu kita mau bikin program Sungai rawas. Dan banyak program nasional mau masuk tetapi karena dikit-dikit ribut belum gawe lah belapor ado gawe jelek dikit lapor maka orang stop program Dan ini merugikan kita untuk jangka panjang,” Ucapnya, melalui FB resmi Bupati Musi Rawas Utara, Minggu (5/4/2026).

Dia mengatakan dengan bahasa diguga, dikira dan lain-lain orang luar brengsek macam-macam. Bukan itu saja gardu induk yang baru saja dibangun peralatannya dimaling dan dibakar. Kemudian bebas tanah susah.

“Bagaimana kita mau percepatan kalau terus berisik yang tidak berdasar, “ucapnya.

Bupati menegaskan jika ada sifat pelanggaran maka pelajari dulu Dan kalau memang itu salah adalah salah dan siapapun pasti dihukum.

” Namun kalau berisik terus diduga di kira orang luar brengsek. Kapan kita akan dilirik dan di perhatikan orang dengan empathi , “paparnya.

Ketika kita tidak berubah dan terus dengan adat, adab yang salah maka susah daerah kita mau maju.

Selanjutnya mengenai tower ribut tanah, ribut nak jadi PK, enggan pasang kabel, melapor tv rusak petir gara-gara tower..

Ini tidak bisa sebab saya semua turun terus dan menyelesaikannya kecuali kades, camat, lurah dan kita semua jadi duta besar kebaikan.

Artinya dimana ada keamanan dan kenyamanan disitu tumbuh pembangunan dan perekonomian.

“Kalau investor masuk maka ada lowongan kerja, investor tidak akan masuk kalau tidak aman dan tidak nyaman,” Jelasnya.

Kita bisa tempat pergudangan, tempat packing/pengepakan, atau pabrik hilirisasi minyak tetapi semua masih ragu akan sosialnya.

“Kalau kita terus terstigma tidak aman dan anti orang luar maka susah kita untuk maju Namun seiring waktu saya yakin semua akan baik dan kita dimata orang luar lebih ramah dan membangun empathi,” Tegasnya.

Dijelaskannya bahwa dia ahir dan besar di Musi Rawas Utara. Dia paham betul adat dan budaya leluhur.

“Saya paham adat dan budaya leluhur kita. Dan saya adalah asli kehidupan Mjsi Rawas Utara, betalang, beumo, bebiduk dan main disungai yang notabene waktu itu masih banyak buaya, masih banyak harimau dan beruang,” Terangnya.

Kemudian saya merantau dan sekolah kembali menetap ketika2015 masuk ke politik sebagai wakil bupati dan lanjut sebagai bupati.

Ketika pulang dan berkebun tahun 2006 dan sangat sering balek ada iba dan terhina melihat jalan , listrik dan sekolah Dan lain lain di Musi Rawas Utara, kurang baik.

“Waktu itu saya lewat macang sakti, Kecamatan Rawas ilir, tran subur, Kecamatan rawas ilir, Nibung, Rupit, mau ke Desa belani harus memakai sekoci (speedboat), ” Terangnya.

Dia juga terima kasih atas perjuangan para tokoh tokoh Musi Rawas Utara menjadi DOB.

“Kita terimakasih kepada beliau semua tanpa terkecuali, dengan DOB kita bisa berguyur menata dan membuat lebih baik dari pada belum menjadi DOB. Semoga amal perbuatan menjadi catatn pahala dari Allah untuk para tokoh tokoh kita itu,” Paparnya.

Seiring waktu perlahan dari almarhum kanda Ajis, Agus dan Syarif Hidayat, terimakasih mereka telah meletakan dasar-dasar pembangunan dan kita ingat yang baik-baiknya saja, yang jelek terus kita bersama benarin dan tata untuk generasi saat ini dan kedepan.

“Namun ada satu yang sering saya ingin rubah bukan hanya phisiknya yaitu manusianya agar terus mengejar pendidikan tinggi, serta membuka diri dan wawasan luas apalagi sekarang sudah jaman nya. Walau ada beberapa daerah yang terus kita kejar agar berbenah jalan, listrik, tower serta sekolahan. kita ingin mengejar dan meningkatkan kwalitas guru, rumah sekolah baik, gaji gaji guru baik dll dan bergama yang baik,”jelasnya.

Dan sadar atau tidak sadar kita sebenarnya di cap oleh masa lalu yaitu suka masalah dijalan lintas 2N(nutup nodong) seiring waktu ini berubah dengan adanya kepolisian yang humanis serta selalu turun ke desa desa dan adanya POLRES di Muratara. Terimakasih Kepolisian juga TNI para koramil dan Babinsa.

Namun rasa takut dan was-was orang masih ada, kita yakin pasti jauh lebih baik kedepan karena sudah ada juga Batalyon dan nanti akan ada Dandim di daerah kita dan presiden akan bangun sekolah rakyat.

 

Separuh hidup saya hidup diluar Dan banyak tempat saya yang bagus saya bawak yang jelek saya tinggal, yang tidak bagus di Muratara saya ingin robah agar Muratara kedepan baik dan terbangun empathi dari orang lain, seperti saya sering ajak kita harus baik dengan kepolisian dan tni dan siapa saja orang luar di Muratara agar mereka punya kenangan baik dan kelak mereka menjadi sentimentil ke Muratara.

Setiap orang Musi Rawas Utara ada Kebaikan untuk saat ini dan kedepan, semoga allah merahmati kita semua dalam kebaikan.

“Mari kita bertobat dengan dosa masa lalu dan menyesalinya, tanpa menyalahkan orang lain karena masa depan diri kita masih bersih, ” Pungkasnya. (**(