News

Viral Pengawalan Truk Batu Bara di Musi Rawas Utara, Dishub Klarifikasi dan Minta Maaf.

106
×

Viral Pengawalan Truk Batu Bara di Musi Rawas Utara, Dishub Klarifikasi dan Minta Maaf.

Sebarkan artikel ini

 

Muratara, Sumselnetwork.com– Sebuah video berdurasi 1 menit 20 detik yang memperlihatkan penyetopan truk angkutan batu bara oleh petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) viral di media sosial. Video tersebut memicu polemik setelah perekam menyebut adanya keterlibatan anggota kepolisian dalam pengawalan truk tersebut.

Perekam video diketahui merupakan petugas Dishub Musi Rawas Utara, Sidul Hadi. Ia kemudian memberikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf atas narasi yang disampaikannya dalam video tersebut.

Dalam keterangannya, Sidul Hadi menjelaskan bahwa peristiwa itu terjadi Rabu, (1/4/2026) sekitar pukul 02.50 WIB. Saat itu, ia bersama rekan-rekannya sedang bertugas ketika mendapati iring-iringan truk batu bara melintas dan mencoba menghentikannya.

Namun, situasi di lapangan memanas dan sempat terjadi keributan. Dalam kondisi panik, Sidul Hadi merekam kejadian tersebut sambil menyebut adanya anggota polisi yang mengawal truk.

“Saat itu saya dalam keadaan panik dan spontan menyebut polisi… polisi. Secara pribadi saya memohon maaf atas pernyataan tersebut yang kemudian viral di media sosial,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa setelah dilakukan penelusuran, tidak ada anggota kepolisian dari Polres Musi Rawas Utara yang terlibat dalam pengawalan tersebut.

Sebelumnya diberitakan, video tersebut memperlihatkan petugas Dishub menghentikan truk batu bara yang diduga sedang dikawal. Narasi dalam video menyebut adanya keterlibatan aparat kepolisian, sehingga menimbulkan persepsi di masyarakat.

Kapolres Musi Rawas Utara, AKBP Rendy Surya Aditama, SH. S.ik.MH melalui Kasat Lantas Polres Muratara, AKP M. Karim, mengungkapkan bahwa empat petugas Dishub yang berada di lokasi telah dipanggil dan dimintai keterangan oleh pihak kepolisian

“Pegawai Dishub yang ada dalam video sudah kami panggil untuk klarifikasi. Kami juga menelusuri informasi terkait dugaan adanya anggota polisi yang mengawal, namun tidak ditemukan keterlibatan anggota kami,” jelasnya.

Menurutnya, pihak kepolisian juga telah melakukan pengecekan internal terhadap seluruh personel, dan tidak ada yang mengetahui atau terlibat dalam peristiwa tersebut.

“Diduga hanya ada pihak yang mengaku-ngaku sebagai polisi tanpa identitas yang jelas,” tambahnya.

Ia juga menjelaskan, kejadian berlangsung sekitar pukul 03.00 WIB di depan pos penjagaan Dishub Muratara. Saat itu, terdapat sekitar lima unit truk batu bara yang diduga dikawal oleh tiga kendaraan lain.

Ketika diminta berhenti oleh petugas, rombongan truk tersebut justru tidak mengindahkan dan terus melaju hingga sempat memicu ketegangan di lokasi.

“Informasinya truk tersebut berasal dari Jambi menuju Bengkulu. Setelah kejadian, kendaraan langsung melintas dan keluar dari wilayah Lubuklinggau,” ungkap AKP Karim.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Musi Rawas Utara , Iptu Nasirin, membenarkan bahwa pihaknya telah memeriksa empat petugas Dishub yang sedang bertugas malam itu.

“Kami masih melakukan pendalaman. Untuk sementara, kami fokus mengklarifikasi kejadian di lapangan agar tidak menimbulkan praduga yang keliru di masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan, pihak kepolisian juga akan memastikan apakah petugas sempat melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap muatan truk, termasuk membuka terpal atau tidak.

“Kita ingin semuanya jelas, supaya tidak ada asumsi atau tudingan terhadap oknum yang belum tentu benar,” tegas Nasirin.

Kasus ini menjadi perhatian publik dan diharapkan menjadi pembelajaran bagi semua pihak agar lebih berhati-hati dalam menyampaikan informasi, terutama di tengah situasi yang belum sepenuhnya jelas.(**)