Musi Rawas, Sumselnetwork.com- Waspada dan hati hati jika melintas di wilayah Kabupaten Musi Rawas, baik pengendara roda dua maupun empat.
Mengapa? Pasalnya kondisi disejumlah titik jalan banyak berlobang dan sangat membahayakan bagi pengendara roda dua maupun empat. Terkhusus untuk pengendara roda dua.
Buktinya seorang pengendara roda dua nyaris kehilangan nyawa saat melintas di jalan Q1 Tambah Asri Kecamatan Tugumulyo menuju arah Simpang Semambang Kecamatan Tuah Negeri, atau sebaliknya.
Warga tersebut yakni Angga Saputra (18) warga Desa Bamasco, Kecamatan Tuah Negeri Kabupaten Musi Rawas.
Korban yang mengendarai sepeda motor terbalik terjebak lobang,Rabu (25/3/2026).
Akibat kecelakaan tersebut, korban mengalami luka dibagian kaki kiri, luka lecet dibagian siku kiri dan terpaksa dijahit sebanyak 6 jahitan oleh petugas kesehatan desa setempat.
Menurut pengakuan orang tua korban peristiwa terjadi saat korban mengendarai sepeda motor jenis Honda CBR dari arah Q1 Tambah Asri menuju rumahnya di Dusun Bangun Sari Desa Bamasco. Sesampai diperbatasan antara Desa Leban Jaya dan Desa Bamasco, sepeda motor dikendarainya terjebak lubang, sehingga langsung terpental dan jungkir balik.
Selain alami luka luka,sepeda motor dikendarai korban alami kerusakan, terutama dibagian velg bengkang seperti angka delapan.
“Tadi dia ini mau pulang kerumah, pas di jalan dekat kaplingan diujung Desa Leban Jaya, motornya terjebak lubang dan langsung terbalik,” kata orangtua korban.
Dikatakan orangtua korban, setidaknya anaknya tersebut sudah tiga kali alami kecelakaan sepeda motor akibat mengelak lubang.
“Sebelumnya pernah kecelakaan antara jalan Desa Q1 Tambah Asri dan Wonorejo, tahun baru kemarin kecelakaan lagi di dusun Suban Desa Leban Jaya, dan ini kecelakaan lagi.Semuanya gara gara mengelak lubang di jalan,” katanya.
Sementara itu hasil penelusuran wartawan dilapangan, meskipun setiap tahun dianggarkan perbaikan miliaran rupiah, namun jalan Q1 Tambah Asri – Simpang Semambang masih jauh dikatakan mulus alias masih banyak terdapat kerusakan dan berlubang.
Belum diketahui apakah anggaran setiap tahun tersebut tidak mencukupi perbaikan seluruh titik kerusakan jalan tersebut, atau diduga pengerjaan perbaikan jalan tersebut tidak dikerjakan maksimal dan profesional oleh pihak yang mengerjakannya.
Meskipun beberapa pekan lalu sejumlah titik jalan berlubang sudah dilakukan penambalan menggunakan adukan semen,namun kondisinya tidak bertahan lama dan masih banyak terdapat lubang.(**)












