News

Dorong Anak Usia Produktif Kabupaten Musi Rawas Utara Jadi SDM Unggul dan Beradab

16
×

Dorong Anak Usia Produktif Kabupaten Musi Rawas Utara Jadi SDM Unggul dan Beradab

Sebarkan artikel ini

 

Muratara, SumselNetwork.com- Bupati Musi Rawas Utara (Muratara), H Devi Suhartoni mendorong anak-anak di Kabupaten Muratara untuk mengupgrade diri dengan cara belajar baik secara formal maupun informal. Dengan tetap mengedepankan perilaku beradab dan beretika.

“Sekian tahun lalu dari saya Wakil Bupati dan menjadi Bupati periode pertama. saya dorong semua anak-anak Muratara untuk Up Grade diri dan minta semua perusahaan melakukan pelatihan (vokasi) baik perkebunan maupun pertambangan di wilayah Kabupaten Muratara,”jelas Bupati Muratara, H Devi Suhartoni, Selasa (27/10/2026).

Menurutnya, saat itu juga sebagai Bupati mendorong agar perusahaan mendidik anak-anak Muratara untuk naik kevel di tingkat management. Jangan hanya menjadi hubungan masyarakat (Humas), Security dan Office Boy (OB).

Karena, untuk perusahaan khususnya tambang pada waktunya pasti besar dan dituntut profesional dalam bekerja. Tidak seperti tahun 2015 hingga 2022. Sebab, ketika itu orang takut masuk ke Kabupaten Muratara dengan segala isu negatif di luar terhadap kabupaten Muratara.

Seiring waktu memang semua masuk perlahan dan ditemukan hal itu yaitu sering ribut, suka malas, tidak dengar arahan management, mencuri, narkoba, sering tidak masuk kerja, banyak tidak tahan tinggal dalam camp waktu libur/Off.

mungkin banyak yang dimasukkan bertahan hanya beberapa saja Ada bilang lebih baik nulang. Sudah dapat jabatan malah tidak jujur dan ikut menjadi provokator di dalam perusahaan, menyebar isu dan bergaya.

Ini dinilai oleh atasanmu karena rata-rata atasan orang pengalaman di banyak tempat. Ada juga lebih baik narik angkutan desa (naksi), lebih baik ambil berondolan kelapa sawit dan lainnya.

“Waktu itu kadang saya marah dan kesal namun pilihan hidup manusia tidak bisa dipaksa. Kita dorong lagi agar semua perlahan berubah dan terus saya ingatkan melalui media sosial Facebook (FB). Bagaimana adab dan displin kerja, namun perubahan itu kecil sekali. Perbandingan 10 itu maka 3 yang bertahan,”sebutnya.

Dijelaskannya, apa yang sudah disampaikan sebelumnya dari awal tambang dan perkebunan terbuka pasti ada yang teringat dengan nasehat yang diberikan selama ini andai dan andai.

Sekarang semua masuk ke profesional baik lerkebunan dan pertambangan kita masih tertinggal dan orang luar akan mengisinya. Tetapi saya tetap melakukan dan dorong agar anak-anak Muratara dapar mengikuti training dan di terima bekerja di berbagai perusahaan. t

“Saya perhatikan juga anak-anak kita dan orang kita semua dengan tulisan saya ke sekian kali yaitu membandingkan yang tidak ada perbandingan. Misalnya, ngapain gaji Rp1.000.000,- sebulan atau ngapain gaji harian Rp100.000,-. Lah emang ada perbandingan gaji Rp1.500.000,- dan Rp200.000,-?. Jika tidak *ada maka ambil lah yang kecil karena itulah cobaan rejekimu. Dan kerja lah dengan ikhlas, disiplin, ikut aturan dan hormati atasan,”tukasnya.(Eky)