Lubuklinggau, Sumselnetwork.com –Wali Kota Lubuklinggau, H Rahmat Hidayat, M.Ikom membuka Konferensi PWI Kota Lubuklinggau.
Konferkot berlangsung di Room Hotel Dewinda, Kota Lubuklinggau, Senin (15/12/2025).
Konferensi ini mengusung tema “Bangkit Bersatu, PWI Tangguh”, sebagai momentum konsolidasi dan penguatan organisasi wartawan di tingkat daerah.
Kegiatan tersebut dihadiri, pengurus PWI Sumatera Selatan, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PWI Kota Lubuklinggau, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Lubuklinggau, Camat Lubuklinggau Timur I, Ketua PWI Musi Rawas (Mura), Ketua PWI Musi Rawas Utara (Muratara), serta insan pers se-Kota Lubuklinggau.
Wali Kota Lubuklinggau H. Rachmat Hidayat menyampaikan bahwa audiensi yang dilakukan pengurus PWI beberapa hari sebelumnya menjadi bagian penting dalam persiapan pelaksanaan Konferensi PWI Kota Lubuklinggau.
Ia mengungkapkan bahwa terdapat tiga orang yang mengambil berkas pencalonan Ketua PWI. Namun dari ketiganya hanya dua kandidat yang mengembalikan berkas.
“Pemerintah daerah berharap proses pemilihan dapat berjalan aman, tertib, dan kondusif. Saya menitipkan kepada para kandidat agar mengedepankan musyawarah mufakat. Jika memungkinkan, silakan disepakati secara aklamasi demi menjaga persatuan,”pintanya.
Dia juga menegaskan bahwa insan pers memiliki perlindungan hukum yang jelas sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Ia menyesalkan adanya insiden intimidasi terhadap wartawan yang terjadi beberapa hari lalu di Kota Lubuklinggau.
“Di Lubuklinggau, kasus intimidasi terhadap wartawan sebelumnya tidak pernah terjadi. Wartawan itu dilindungi undang-undang, dan saya berharap hal seperti itu tidak terulang kembali,” tegasnya.
Lanjutnya, konferensi PWI Kota Lubuklinggau diharapkan dapat menjadi momentum kebangkitan organisasi, memperkuat solidaritas wartawan, serta melahirkan kepengurusan yang solid, profesional, dan mampu menjaga marwah pers di Kota Lubuklinggau.
Sementara itu, Plt Ketua PWI Kota Lubuklinggau, Sri Prades, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kota Lubuklinggau terhadap penyelenggaraan Konferensi PWI.
Dia menuturkan bahwa audiensi antara pengurus PWI dengan Wali Kota Lubuklinggau beberapa waktu lalu mendapat sambutan yang sangat baik. Hal tersebut, menurutnya, menunjukkan komitmen kepala daerah dalam mendukung eksistensi dan peran strategis PWI di daerah.
“Alhamdulillah, saat audiensi kami diterima dengan baik oleh Pak Wali Kota. Dari situ kami melihat bahwa beliau sangat terbuka dan mendukung kehadiran PWI di Kota Lubuklinggau,” ujarnya.
Ditempat yang sama perwakilan PWI Sumsel Ishak Nasroni menegaskan bahwa Konferensi PWI merupakan amanat Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga (PD/PRT) PWI yang wajib dilaksanakan setiap tiga tahun sekali.
Hingga saat ini, dari 17 kabupaten/kota di Sumatera Selatan, sudah sembilan daerah yang melaksanakan konferensi di masa kepemimpinan Ketua PWI Sumsel.
“Hebatnya, dari sembilan daerah tersebut, tujuh kabupaten/kota berhasil melaksanakan konferensi secara aklamasi. Ini menunjukkan keberhasilan kepemimpinan PWI Sumsel dalam menyatukan organisasi di daerah,” jelasnya.
Ishak berharap Konferensi PWI Kota Lubuklinggau juga dapat ditempuh melalui jalur yang sama, yakni musyawarah dan mufakat, demi menjaga kekompakan dan soliditas organisasi.
“Siapapun yang nanti terpilih sebagai Ketua PWI Kota Lubuklinggau, kami yakin akan mendapat dukungan penuh dari Pak Wali Kota. Karena itu, mari kita laksanakan konferensi ini dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya. (**)













