Muratara, SumselNetwork.com- Bupati Musi Rawas Utara, H Devi Suhartoni kembali mengingatkan kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan saat membuka areal perkebunan dan pertanian.
“Negara kita ini bukan berdiri sendiri. Tetapi ada negara lainnya dan negara kita sudah termasuk di dunia internasional. Jadi, hentikan membakar hutan dan lahan karena ada sanglsi hukum yang menjerat pelakunya,”tegas Bupati Musi Rawas Utara, H Devi Suhartoni, Selasa (22/07/2026) dalam press releasenya.
Menurutnya, memang saat ini hasil informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memang terjadi kemarau panjang El Nino Gozilla. Namun, Kabupaten Musi Rawas Utara tidak termasuk daerah yang terkena hal tersebut. Meskipun awalnya di Musi Rawas Utara terkena panas terik panjang tidak ada hujan.
Nah, jika melihat fenomena yang terjadi di Kota Lubuklinggau beberapa hari ini hujan dikarenakan sejumlah perusahaan perkebunan kelapa sawit dan perusahaan hutan tanaman industri melakukan penebaran garam di udara mengantisipasi kemarau panjang.
“Alhamdulillah, hujan turun beberapa hari ini dan Kabupaten Musi Rawas Utara terkena dampaknya. Ini hal baik karena bisa mencegah kekeringan dan menjadikan pohon buah-buahan yang saat ini sedang berbunga menjadi buah yang sempurna seperti durian,”kata dia.
Selain itu, dengan berbuahnya pohon buah-buahan tentunya memberikan peningakatan ekonomi masyarakat. Semoga, saja langkah menebar garam di udara yang dilakukan perusahaan perkebunan dapat terdampak hujan juga di kabupaten Musi Rawas Utara.
“Semoga daerah kita tidak mengalami kekeringan dan terkena dampak hujan terus. Saya juga berdoa masyarakat mudah mendapatkan rejeki dan tidak ada penyakit endemik yang terjadi,”pungkasnya (Eky)












