News

Dipastikan Aklamasi, HESK Mendaftarkan Diri Sebagai Calon Ketua IKM Lubuklinggau 2026-2031.

61
×

Dipastikan Aklamasi, HESK Mendaftarkan Diri Sebagai Calon Ketua IKM Lubuklinggau 2026-2031.

Sebarkan artikel ini

 

Lubuk Linggau, SumselNetwork.com– H. Epi Syamsul Komar (HESK) Rajo Mudo resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua Ikatan Keluarga Minang (IKM) Kota Lubuklinggau periode 2026–2031.

Pendaftaran dilakukan di Gedung Bundo Kandung Sekretariat Panitia Musyawarah Besar (Mubes) IKM Kota Lubuklinggau, Jalan Letkol Atmo, Kelurahan Bandung Kiri, Kecamatan Lubuklinggau Barat II, Kamis (6/8/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.

Kehadiran HESK disambut antusias para pendukung. Ia didampingi Ketua Tim Pemenangan Uda Rafles Rangkayo Sati beserta seluruh ketua kelompok Minang yang ada di Kota Lubuklinggau sebagai bentuk komitmen dan kebersamaan dalam menyongsong Mubes IKM.

Calon Ketua IKM Kota Lubuklinggau mendapat dukungan dua belas kelompok Minang, dipastikan acara musyawarah besar IKM Lubuklinggau Aklamasi.

Ketua Panitia Mubes IKM Kota Lubuklinggau, Efrizal, menjelaskan bahwa tahapan pendaftaran calon Ketua IKM telah dibuka sejak 25 Juli hingga 6 Agustus 2026 pukul 22.00 WIB.

“Panitia telah mengumumkan secara terbuka kepada seluruh warga Minang yang memenuhi syarat untuk mencalonkan diri sebagai Ketua IKM Kota Lubuklinggau. Kami juga telah menyiapkan seluruh formulir dan kelengkapan administrasi pendaftaran,” ujar Efrizal.

Ia mengungkapkan, hingga hari terakhir pendaftaran, H. Epi Syamsul Komar telah mengantongi dukungan tertulis dari 12 kelompok Minang yang berada di bawah naungan IKM Kota Lubuklinggau.

Ketua Tim Pemenangan, Uda Rafles Rangkayo Sati, menyebut momentum ini sebagai sejarah baru bagi warga Minang di Kota Lubuklinggau.

“Alhamdulillah, hari ini menjadi sejarah baru. Dari Gedung Bundo Kanduang lahirlah semangat persatuan seluruh kelompok Minang di bawah naungan IKM. Kami mengajak seluruh dunsanak untuk menyukseskan Mubes IKM dan mengantarkan Uda Epi Komar menjadi Ketua IKM Kota Lubuklinggau. Insya Allah, dengan dukungan 12 kelompok, kita berharap proses ini berjalan dengan semangat mufakat dan kebersamaan,” katanya.

Sementara itu, H. Epi Syamsul Komar memaparkan visi besarnya apabila dipercaya memimpin IKM Kota Lubuklinggau lima tahun ke depan. Menurutnya, hal paling utama adalah membangun persatuan seluruh warga Minang tanpa memandang asal nagari maupun kelompok.

“Misi pertama saya adalah memperkuat tali silaturahmi agar kebersamaan urang awak di Lubuklinggau semakin kokoh. Duduak samo randah, tagak samo tinggi. Mangumpuakan nan taserak, manjampuik nan tatingga. Indak buliah ado dunsanak nan maraso ditinggakan, karano kito samuo adalah satu keluarga gadang urang Minang di rantau,” ungkap HESK.

Di bidang ekonomi, HESK berkomitmen menjadikan IKM sebagai organisasi yang mampu memberikan manfaat nyata bagi anggotanya.

“Insya Allah kami menyiapkan program pemberdayaan bagi 100 pelaku UMKM warga Minang. Masing-masing akan mendapatkan bantuan modal sebesar Rp2 juta. Kami ingin IKM hadir bukan sekadar organisasi sosial, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan anggotanya,” jelasnya.

Tidak hanya itu, ia juga bertekad menghidupkan kembali aktivitas olahraga, seni, dan budaya Minangkabau sebagai upaya melestarikan identitas budaya di tanah rantau.

“Budaya adalah jati diri urang awak. Melalui olahraga, seni, dan budaya, generasi muda harus tetap mengenal falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Di mano bumi dipijak, di sinan langik dijunjuang, namun adat dan budaya Minang tetap kita lestarikan,” tuturnya.

HESK juga menegaskan akan memperkuat gerakan sosial untuk membantu warga Minang yang kurang mampu melalui berbagai program kemanusiaan dan kepedulian sosial.

“Urang Minang punyo falsafah *barek samo dipikua, ringan samo dijinjiang. Artinya, setiap beban dan kesulitan akan kita pikul bersama, dan setiap keringanan akan kita nikmati bersama sebagai satu keluarga besar. Semangat inilah yang akan menjadi dasar gerakan sosial IKM ke depan. Kita ingin tidak ada satu pun dunsanak yang tertinggal dalam perhatian dan bantuan organisasi,” tegas HESK. (**)