Pemerintahan

Antisipasi Kenaikan Harga Jelang Bulan Suci Ramadhan. Ini Yang Akan Dilakukan Pemerintah Kota Lubuklinggau

71
×

Antisipasi Kenaikan Harga Jelang Bulan Suci Ramadhan. Ini Yang Akan Dilakukan Pemerintah Kota Lubuklinggau

Sebarkan artikel ini

 

Lubuklinggau, Sumselnetwork.com-Menjelang bulan suci ramadhan harga kebutuhan bahan pokok dipastikan mengalami kenaikan.

Pemerintah Daerah didorong memperkuat langkah antisipatif, seperti memantau harga secara berkala, memastikan ketersediaan pasokan ,menjaga kelancaran distribusi komoditas pangan strategis.

Ini dilakukan guna menekan potensi lonjakan harga dan menjaga inflasi di daerah.

Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal Kemendagri, Tomsi Tohir ,saat memimpin rapat koordinasi Pengendalian Inflasi melalui zoom metting, Senin (19/1/2026).

 

“Pemerintah daerah didorong untuk memperkuat langkah antisipatif, seperti melakukan pemantauan harga secara berkala, memastikan ketersediaan pasokan, serta menjaga kelancaran distribusi komoditas pangan strategis, guna menekan potensi lonjakan harga dan menjaga stabilitas inflasi di daerah,” tegasnya.

Dikatakannya Perkembangan Harga (IPH) yang dihimpun dari SP2KP Kementerian Perdagangan, komoditas yang dominan menyumbang kenaikan IPH di sejumlah daerah adalah daging ayam ras, cabai rawit, dan bawang merah.

Kenaikan harga komoditas pangan tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu diantisipasi oleh pemerintah daerah menjelang Ramadhan dan Idul Fitri.

Masih katanya rapat koordinasi dilaksanakan hari ini membahas perkembangan inflasi nasional serta langkah-langkah strategis pengendalian harga, khususnya menjelang bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri tahun 2026 yang secara historis kerap diiringi dengan peningkatan tekanan inflasi.

Berdasarkan data historis lima tahun terakhir, awal Ramadhan hampir selalu diikuti oleh kenaikan inflasi, terutama pada kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau.

Perbedaan waktu dimulainya Ramadhan setiap tahun turut memengaruhi pola inflasi bulanan.

“Untuk Ramadhan tahun 2026 yang diperkirakan dimulai pada
pertengahan bulan, tekanan inflasi diproyeksikan mulai muncul sejak bulan berjalan dan berpotensi mencapai puncaknya pada bulan berikutnya, seiring meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat,” jelas.

Untuk Kota Lubuklinggau, rapat koordinasi diikuti Wali Kota Lubuk Linggau, H Rachmat Hidayat diwakili Sekretaris Daerah (Sekda), H Trisko Defriyansa.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan, H Emra Endi Kusuma, Kepala Dinas Pertanian, Hj Dwi Eri Yanti, Kepala Diskominfotiksan, Ervan Affansyah, Kabag Prokopim,Taufik Hidayat dan instansi terkait lainnya.(**)