News

Kolaborasi Disprindagkop Dengan Bulog Salurkan Beras SPHP Melalui GPM

83
×

Kolaborasi Disprindagkop Dengan Bulog Salurkan Beras SPHP Melalui GPM

Sebarkan artikel ini

 

Muratara, Sumselnetwork.com-Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) melalui Dinas Ketahanan Pangan, didampingi Dinas Perindustrian dan Koprasi (Disprindagkop) Musi Rawas Utara berkolaborasi dengan Bulog Lubuklinggau menyalurkan 5 ton beras
Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Beras disalurkan kepada masyarakat melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM).

Penyaluran ini dilakukan untuk menjaga keterjangkauan pangan melalui  Gerakan Pangan Murah (GPM).

Kegiatan ini berlangsung di Kantor Desa Lawang Agung, Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara,Rabu (11/2/2026).

Penyaluran dihadiri, Kadis  Ketahanan Pangan M.Yusnadi, Kadis Perindagkop Kodri, forum Bulog dan Kepala Desa Lawang Agung Saiful

GPM beras SPHP ini dilaksanakan untuk membantu masyarakat mendapatkan komoditas pokok di bawah harga pasar.

Penyaluran beras SPHP melalui GPM disambut sangat antusias oleh masyarakat. Mengapa tidak karena harga beras dibawah standar pasar dan harga beras SPHP senilai Rp 57.500 per karung kemasan 5 kilogram.

Harga tersebut dinilai sangat membantu warga di tengah upaya pemerintah menstabilkan inflasi pangan di tingkat daerah.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan M.Yusnadi.S.IP menjelaskan kehadiran 5 ton beras ini menjadi solusi konkret bagi rumah tangga di Desa Lawang Agung untuk mengalokasikan anggaran belanja mereka ke kebutuhan pokok lainnya.

Dengan akses langsung ke produk Bulog, masyarakat mendapatkan jaminan kualitas beras medium yang layak konsumsi dengan harga yang telah disubsidi melalui skema stabilisasi pasokan.

Dikatakannya kegiatan ini bertujuan untuk memangkas harga jual sehingga terjangkau oleh warga.

” Fokus kami adalah memastikan tidak ada warga yang kesulitan mendapatkan beras berkualitas dengan harga yang masuk akal,” tegasnya.

Dia berharap program GPM berkelanjutan demi masyarakat.

” Pemerintah daerah berharap fluktuasi harga di pasar tradisional dapat lebih terkendali, sekaligus memastikan ketahanan pangan tingkat rumah tangga di wilayah Kecamatan Rupit tetap kokoh”. Pungkasnya(**).