Lubuk Linggau, Sumselnetwork.com-Kota Lubuklinggau tidak lama lagi segera memiliki juru sembelih halal (Juleha). Tidak itu saja Kota Lubuklinggau segera memiliki da’i dan da’iyah yang berkompeten dibidangnya.
Hal ini diketahui setelah
Wali Kota Lubuk Linggau, H Rahmat Hidayat, M.Ikom membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Lubuk Linggau sekaligus pelatihan Da’i dan Da’iyah serta Juru Sembelih Halal (Juleha).
Kegiatan pembukaan berlangsung di Hotel Burza Lubuk Linggau, Rabu (17/12/2025).
Walikota Lubuklinggau, H Rachmat Hidayat, M.Ikom menyampaikan rasa syukur karena kegiatan MUI terus berjalan dengan baik dan semakin kompak. Ia juga menyampaikan bahwa pada tahun 2026 Pemerintah Kota Lubuk Linggau akan mengupayakan kembali dana hibah untuk mendukung program-program MUI.

“Semoga MUI semakin kompak dan semakin baik lagi. Program MUI selaras dengan visi dan misi Linggau Juara, yakni mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas, religius, dan berbudaya,” ujarnya.
Terkait program Juleha, Wali Kota Lubuk Linggau menegaskan pentingnya pelatihan tata cara penyembelihan hewan yang baik dan sesuai dengan sunah, sehingga masyarakat merasa aman dan yakin akan kehalalan makanan yang dikonsumsi. Ia juga menekankan bahwa penjual ayam dan daging wajib memiliki sertifikat Juleha.
“Apabila ada penjual ayam atau daging yang tidak memiliki sertifikat Juleha, maka tidak boleh berjualan. Tujuannya agar masyarakat dapat mengonsumsi ayam dan daging yang benar-benar halal,” tegasnya.
Wali kota juga menyinggung pengawasan hiburan malam di Kota Lubuk Linggau. Ia menyampaikan akan dilakukan rapat bersama untuk mengawasi tempat hiburan agar tidak terjadi peredaran narkoba, prostitusi, maupun tindak kejahatan lainnya, dengan bersinergi bersama MUI sebagai mitra pengawasan.
Ditempat yang sama, Ketua Umum MUI Kota Lubuk Linggau, Drs. KH. M. Asri., MA, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan Rakerda MUI yang dirangkaikan dengan pelatihan.
Tujuannya membahas dan menyusun program-program MUI untuk lima tahun ke depan dalam rangka mendukung terwujudnya Kota Lubuk Linggau Juara.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Lubuk Linggau atas dukungan dan dana hibah yang telah diberikan, sehingga MUI dapat menjalankan berbagai program keumatan.
“Kami mendukung penuh program Wali Kota Lubuklinggau. Alhamdulillah, Wali Kota juga telah memberikan perhatian berupa insentif bagi guru ngaji, marbot, dan penggali kubur,” ungkapnya.
Sementara itu perwakilan MUI Provinsi Sumatera Selatan, Ustadz Syamsu Rihal, menyampaikan bahwa Rakerda ini membahas rencana kerja MUI untuk lima tahun ke depan.
“Saya berharap program-program yang dirumuskan dapat menyentuh seluruh lapisan masyarakat dan terus bersinergi dengan pemerintah daerah,”harapnya.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala BNN Lubuk Linggau, AKBP Himawan Bagus Riyadi, para tokoh agama, pengurus MUI, serta peserta pelatihan Da’i, Da’iyah, dan Juleha se-Kota Lubuk Linggau.(**).













