Musi Rawas, Sumselnetwork.com–Hingga saat ini pembangunan proyek penggantian Jembatan Tamelat, Kecamatan Sukakarya, Kabhpaten Musi Rawas belum juga selesai
Ironisnya jembatan yang dibangun sejak tahun 2025 dengan anggaran Rp. 11.431.216.600 (sebelas miliar empat ratus tiga puluh satu juta dua ratus enam belas ribu enam ratus rupiah) sudah banyak menyebabkan mobil pengangkut seperti truk terbalik.
Kuat dugaan jembatan darurat yang dibangun tersebut tidak kuat menahan beban kendaraan yang melewati jembatan tersebut.
Terbaru satu unit mobil truk yang melintas jembatan tersebut terbalik. Karuan saja akibatnya jalan menjadi macet ,baik dari arah Kecamatan BTS Ulu menuju Ibukota Kabupaten Musi Rawas atau Kota Lubuklinggau ataupun sebaliknya menjadi macet.
Tidak jarang akibat kemacetan tersebut, kendaraan yang terjebak untuk menyeberang sungai tempat menggunakan jembatan darurat harus antri berjam-jam, lamanya.
Seorang warga yang tinggal di sekitar lokasi pembangunan, Tal menyebutkan kekecewaannya terhadap pembangunanb proyek tersebut. Ia menilai pihak pelaksana proyek kurang memperhatikan aspek keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
“Kan sudah mengetahui bahwa jembatan itu arusnya padat dilalui kendaraan. Harusnya pihak pelaksana sudah siap membuat jembatan sementara yang kokoh supaya kendaraan tidak macet dan tidak terbalik,”ucapnya.
Proyek penggantian Jembatan Tamlet yang dikerjakan oleh CV BJ ini diketahui menelan anggaran sebesar Rp11.431.216.600 (sebelas miliar empat ratus tiga puluh satu juta dua ratus enam belas ribu enam ratus rupiah).
Akibat kurang siapnya jembatan, Minggu (11/1/2026) sekitar pukul 06.00 WIB, telah terjadi kecelakaan lalu lintas di jembatan darurat. Dimana satu unit truk AE 8249 BF bermuatan buah kelapa sawit dilaporkan terbalik saat melintasi jembatan tersebut.
“Sudah beberapa kendaraan yang terbalik dan tersangkut di jembatan darurat itu,” ujarnya.
Menurutnya, dalam beberapa waktu terakhir, insiden serupa kerap terjadi akibat kondisi jembatan darurat yang dinilai tidak layak dilalui kendaraan, khususnya kendaraan bertonase besar. Akibat kejadian tersebut, arus lalu lintas sempat mengalami kemacetan panjang hingga berjam-jam karena jembatan tidak dapat dilalui secara normal.
“Saya berharap pihak-pihak terkait, baik kontraktor pelaksana maupun instansi berwenang, segera mengambil langkah perbaikan terhadap akses jembatan darurat serta melakukan pengaturan lalu lintas yang lebih baik,”pintanya.
Hal ini dinilai penting guna mencegah terjadinya kecelakaan dan kemacetan yang lebih parah ke depannya. (**)













