* Anggaran Turun Bertahap
Musi Rawas, Sumselnetwork.com–Pihak Kementerian PU melalui Pejabat Pembuatan Komitmen (PPK )1.4 Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Selatan, Ahmad Fathur, menegaskan besaran anggaran yang akan dikucurkan untuk perbaikan jalan rusak sebesar Rp. 170 milyar dengan nilai pagu anggaran Rp. 190 milyar.
Dana tersebut turunnya bertahap, karena proyek Multi years ,kemungkinan sampai 2027. Untuk tahap awal ini dikucurkan Rp. 25 milyar dahulu.
“Besaran dana yang bakal dikucurkan sesuai kontrak untuk perbaikkan jalan ini sebesar Rp. 170 miliar. Dengan pagu anggaran sekitar Rp. 190 miliar. Dana tersebut turunnya bertahap, ini proyek multiyear mungkin hingga tahun 2027 mendatang, untuk tahap awal ini Rp 25 miliar,”jelasnya disela-sela kunjungan Gubernur Sumatera Selatan meninjau jalan, Jumat (26/12/2025) lalu.
Dijelaskannya karena ini sudah di akhir tahun dan tutup anggaran, maka anggaran Rp. 25 miliar tersebut berpotensi dikembalikan dulu ke negara. Sedangkan di tahun 2026 itu teralokasi sebesar Rp. 35 miliar.
“Jadi bukan berarti dana tersebut langsung turun semuanya tidak, diharapkan dengan kontrak multiyear ini ada ketersediaan dana hingga tahun 2027,”harapnya.
Dalam kesempatan itu dia juga menjelaskan untuk wilayah kerjanya meliputi dua Kabupaten yakni Kabupaten Musi Banyuasin dan Kabupaten Musi Rawas.
Diakuinya untuk jalan rusak di Kabupaten Musi Rawas, itu 77 kilometer mulai dari perbatasan Musi Rawas dengan Musi Banyuasin.
Perlu diketahui kerusakan jalan ini sudah terjadi sejak tahun 2022 lalu hingga tahun 2025 ini.
Penyebab rusaknya jalan ini disebabkan oleh banjir baik itu di tahun 2023 dimana puncaknya itu di maret, kemudian di tahun 2024 tepatnya di Januari.
Hal tersebut menyebabkan terjadinya kerusakan yang masif di badan jalan terutama di pondasi.
Dikatakannya untuk sekarang , sebenarnya dananya itu sudah diprogramkan sejak tahun 2023. Namun baru dapat ditenderkan di tahun 2025, untuk masuk proses tender tersebut membutuhkan waktu dan proses, dimana prosesnya itu ada di balai pengadaan dan membutuhkan waktu yang lama.
Dan saat ini proses tender tersebut sudah selesai, dan kita doakan saja di bulan Januari 2026 sudah bisa dilakukan penandatanganan kontrak, kami juga menargetkan di bulan Februari itu sudah ada pekerjaan dilapangan.
Jadi sepanjang jalan nasional yang meliputi dua Kabupaten ini dengan panjang 119,45 kilometer. sedangkan untuk yang terkontrak ini penanganannya itu hanya 25 Kilometer. Kemudian untuk pemantapan dua ruas jalan nasional tersebut, itu sekarang 60 persen kondisi mantap dan 40 persen kondisi tidak mantap.
Dari 119,45 kilometer tersebut , direncanakan hanya 25 kilometer yang dilakukan penanganan, jadi belum tuntas, kemungkinan pembangunannya dilakukan spot-spot. Artinya jalan yang rusak berat dahulu diperbaiki.
Untuk di Kabupaten Musi Rawas, jalan nasional yang paling parah rusaknya itu di Kecamatan Muara Lakitan, Kecamatan Muara Kelingi dan Tuah Negeri serta Kecamatan Muara Beliti.
Dan kami juga telah melakukan menanganinya dengan menutupi jalan yang rusak berat tersebut dengan agregat, itu pun hanya bisa menggunakan dana rutin.
Diakuinya sebenarnya dana rutin itu diperuntukan pengendalian tanaman, pembersihan saluran dan kerusakan setempat.
Tetapi dikarenakan memang saat ini dana tersebut yang tersedia, maka kami menggunakan dana tersebut.
“Kami melakukannya dengan agregat dengan campuran aspal panas, jadi tidak bertahan lama. Sehingga kerusakan jalan nasional tersebut hampir di setiap kecamatan itu ada,”jelasnya.
Nantinya itu Field Engineering(Rekayasa Lapangan) kami, mereka akan melakukan survei bersama , sudah terkontrak sehingga mereka juga dapat memetahkan di titik mana yang menjadi prioritas perbaikannya. (**)












