News

SRMD Bungkam, Pasca Laka Maut Bus ALS 346 Vs Truk Tangki Minyak

297
×

SRMD Bungkam, Pasca Laka Maut Bus ALS 346 Vs Truk Tangki Minyak

Sebarkan artikel ini

 

 

Muratara, Sumselnetwork.com- H+3 pasca kejadian kecelakaan maut antara bus antar kota antar provinsi (AKAP) Antar Lintas Sumatera (ALS) nopol BK 7778 DL nomor lambung 346 dengan truk tangki minyak (Crude) PT Seleraya Merangin Dua (SRMD). Tidak ada tanggapan atau turut berduka cita dari perusahaan tersebut.

 

Hal ini menjadi pertanyaan masyarakat. Karena pihak perusahaan kontraktor kontrak kerjasama (KKKS) SRMD bungkam tidak memberikan jawaban kenapa truk tangki minyak (Crude) diduga milik sub kontraktor PT Sinar Bumi Pertiwi (SBP) diperbolehkan melintasi jalan trans sumatera yang menjadi urat nadi perekonomian Pulau Sumatera.

 

Hanya saat kejadian Corporate Head (CH) PT SRMD, Tanheri membenarkan bahwa mobil tangki yang terlibat kecelakaan maut tersebut benar milik perusahaan mereka dan tim lerusahaan segera menuju lokasi untuk pengecekan.

 

Pantauan dilapangan saat proses identifikasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dipimpin Direktur Penegakkan Hukum (Dirgakkum) Koorlantas Polri, Brigjen Pol Faisal bersama Satlantas Polres Muratara, Jasa Raharja dan pihak terkait lainnya tidak ada pihak perusahaan mengikuti proses tersebut.

 

Mirisnya, ketika empat korban selamat pihak perusahaan tidak muncur di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rupit Kabupaten Muratara. Bahkan, Bupati Muratara, H Devi Suhartoni bergerak cepat membesuk para korban dan memberikan berbagai kemudahan untuk pihak keluarga korban mulai makan dan tempat tinggal.

 

Disinilah membuat masyarakat bertanya dimana wujud kepedulian dan keprihatinan walaupun sebagai KKKS hulu migas yang turut berperan dari kedaulatan energi namun tidak memiliki empati dan terkesan menutup mata di tragedi kemanusiaan ini.

 

Hal tersebut ditegaskan Abdul Aziz sebagai pengacara putra daerah Rawas Ilir Kabupaten Muratara. Atas kejadian laka lantas maut ini sebagai pribadi dan masyarakat Muratara dirinya turut berduka cita karena banyak korban yang meninggal dunia dan salah satu korban merupakan warga lokal. Yang menggantungkan hidup untuk keluarga di pekerjaan itu.

 

“Kita bukan cari benar salah ataupun memperkeruh suasana duka. Road Tank Crude milik PT SRMD itu melintas mulai dari Belani sampai ke Jene BTS Ulu Cecar berapa banyak pemukiman warga yang dilaluinya. Benda yang dibawa itu bom waktu yang bisa merengut nyawa kapan saja dan dimana saja,”tegas Aziz.

 

Menurutnya, apabila kecelakaan tersebut bukan sama road tank crude. Dipastikan tidak sebanyak itu korban jiwa. Hasil pengakuan kernet bus jelas. Saat kejadian tabrakan langsung terjadi percikan api dan melahap seluruh dua kendaraan tersebut dalam hitungan menit.

 

“Tidak ada kesempatan mereka menyelamatkan diri. Karena minyak mentah itu barang berbahaya yang mudah meledak dan terbakar. Beda jika saat kejadian truk isi ayam, sayuran ataupun lainnya,”katanya.

 

Dijelaskannya, SRMD harus bertanggung jawab dan memberikan penjelasan kepada publik masyarakat kenapa truk tangki minyak bisa melintas di jalan Trans Sumatera Muratara. Siapa yang memberikan regulasi dan kewenangan bahan berbahaya mudah terbakar melintas di jalan yang padat arus lalu lintas.

 

“Kita ingin kejelasan. Karena, menyangkut banyak nyawa dan korban jiwa dalam peristiwa ini. Kita akui infrastuktur jalan memang rusak dan belum ada perbaikan. Ini bukan hanya di Muratara tapi kabupaten/kota lainnya juga terjadi,”pungkasnya. (Rls)