Musi Rawas, Sumselnetwork.com-Misteri kematian Sahanan (40) warga Dusun IV Desa Batu Gane, Kecamatan Selangit, Kabupaten Musi Rawas terkuak.
Korban tewas saat mencari ikan dipastikan meninggal diterkam Harimau.
Hal ini sesuai dengan penjelasan dari
pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan bersama dengan tim Taman Nasional Kerinci Seblat Wilayah V di Lubuklinggau.
“Kami memastikan tewasnya seorang warga yang sedang mencari ikan di wilayah Sungai Bal, tepatnya di hulu Dusun Sri Pengantin, Desa Pasenan, Kecamatan STL Ulu Terawas, Kabupaten Musi Rawas akibat diterkam harimau,”kata Kepala BKSDA Sumsel, Yusmono, Rabu, (4/3/2026).
Kepastian ini setelah pihaknya turun dia hari lalu. Di lokasi ditemukan jejak kaki satwa harimau dan juga bercak-bercak darah.

“Iya kita sudah turun dua hari yang lalu, perkembangannya di lokasi ditemukan jejak-jejak kaki satwa harimau dan juga bercak-bercak darah bekas diterkam. Itu menunjukan bahwa bisa dipastikan kalau itu memang diserang harimau,” Tegasnya.
Kemudian kepastian meninggalnya korbanndilakukan olah tempat kejadian perkaran. Berdasarkan olah TKP didapat kepastian tersebut.
“Yang jelas pasca kejadian ini yang jelas bahwa itu memang jadi habitatnya harimau di Taman Nasional itu, salah satu satwa kuncinya adalah harimau Sumatera,” ujarnya.
Harus diakui katanya disana memang rumahnya harimau yang seharusnya manusia itu tidak boleh masuk.
Kalaupun masuk ya harus waspada, karena itu memang tempat habitatnya harimau.
Terpisah Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah V Balai Besar TNKS di Lubuklinggau, Faried juga mengatakan hal yang sama. Dimana pihaknya memastikan warga yang tewas saat mencari ikan di dalam kawasan hutan TNKS tersebut diterkam harimau.
“Dipastikan harimau kalau melihat jejak-jejak lokasinya harimau. Kita bersama BKSDA sudah ke lokasi. Itu berada di dalam kawasan hutan TNKS,” terangnya.
Lebih lanjut, pihaknya akan terus memonitor perkembangan terbaru di sekitar lokasi kejadian. Sebab pihaknya mengungkapkan, di lokasi kejadian termasuk merupakan rute atau tempat jelajah harimau.
“Daerah situ akan terus kita monitor, apalah jelajahnya atau bagaimana. Kami juga akan melihat lagi nanti dia (harimau) berada disitu atau bagaimana posisi atau putarannya. Sebab dia kan ada rutenya harimau itu. TKP juga termasuk rute atau jelajah harimau juga,” ungkapnya.
Pasca kejadian ini, pihaknya mengaku terus memberikan edukasi sekaligus mengimbau kepada masyarakat agar tidak masuk kedalam kawasan hutan TNKS.
“Masyarkat kalau beraktivitas sebenarnya tidak diperkenankan didalam kawasan. Tapi kita mau melarang masyarakat sudah juga. Sebenarnya aktivitas berkebun atau apa tetap melanggar, cuma kami kan terbatas personel mau menjaga 24 jam kawasan hutan itu,” bebernya.
“Kami mengingatkan masyarakat sebenarnya dilarang beraktivitas didalam karena ada itu (harimau). Kalaupun masyarakat terpaksa memang harus untuk mencari ikan, ya jangan sendirian,” timpalnya lagi.
Sebab pihaknya mencatat didalam kawasan hutan TNKS yang tersebar di 4 Provinis masih terdapat habitat satwa harimau. “Puluhan ekor harimau. Dari empat provinsi ini kami ada 1.384.000 luas kawasan,” pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, seorang pria ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan di wilayah Sungai Bal, tepatnya di hulu Dusun Sri Pengantin, Desa Pasenan, Kecamatan STL Ulu Terawas, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan pada Sabtu, 28 Februari 2026 pagi.
Identitas mayat pria tersebut diketahui bernama Anan (40), warga Dusun IV Desa Batu Gane, Kecamatan Selangit. Ia ditemukan dengan kondisi penuh luka yang diduga akibat diserang hewan buas berupa harimau saat sedang beraktivitas mencari ikan di lokasi tersebut. (**)












