News

Bupati Musi Rawas Utara Minta Masyarakat Jujur Dalam Sensus Ekonomi

344
×

Bupati Musi Rawas Utara Minta Masyarakat Jujur Dalam Sensus Ekonomi

Sebarkan artikel ini

 

Muratara, Sumselnetwork.com- Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) melakukan sensus ekonomi di masyarakat. Sensus ini dilaksanakan per sepuluh tahun sekali. Hal ini penting untuk melihat pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Hal tersebut dibenarkan Bupati Musi Rawas Utara, Devi Suhartoni. Sensus ekonomi akan dilaksanakan BPS Muratara. Para penggerak ekonomi pedagang, kelontongan, pemilik ram kelapa sawit dan lainnya harus ikut berpartisipasi dalam sensus ekonomi ini. Sehingga, data yang diperoleh menjadi jelas dan benar. Karena, kabupaten Musi Rawas Utara tidak lagi menginduk ke Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Musi Rawas (Mura). Karena, BPS sudah berkantor di Kabupaten Musi Rawas Utara.

“Bagi yang sudah ada penghasilan jelas dan rumah tempat tinggal jelas untuk tidak menjawab miskin terus, hanya untuk mendapat bantuan sosial pemerintah. Biarlah yang berhak mendapatkannya yaitu saudara saudara kita yang benar benar membutuhkannya,”tegas Devi Suhartoni, melalui laman FB,Jumat (15/02026).

Menurutnya, masih banyak yang sebenarnya mampu. Tetapi menerima bantuan sosial pemerintah, sementara yang benar benar harus menerima tidak dapat sama sekali. Ada pesan moral dalam sensus ekonomi ini.

Kalau semua masyarakat menjawab miskin dan tidak mampu padahal mampu ini membuat data salah. Akibatnya, Kabupaten Musi Rawas Utara dianggap miskin terus padahal kalau dilihat dan dibanding dengan daerah lain, Kabupaten Muratara tidak semiskin itu Jika ini terus berjalan mempersulit anak keturunan kita dirantau dalam bergaul ataupun mendapatkan hal baik lainnya sebab apa dikata orang miskin asal Kabupaten Musi Rawas Utara.

“Kita Se-Musi Rawas Utara angat (Hangat) Ko (Kita), punya kebun kelapa sawit rakyat. Baik sendiri maupun plasma. Ada lebih kurang 120.000 hektar dari ujung ke ujung 82 batang di tujuh kelurahan,”katanya.

Dijelaskannya, jika dihitung secara kasar. 120.000 x per hektar rata rata 85 batang produktif x per batang menghasilkan janjang 1 sampai 5 janjang. Jika x 8 kilogram (Kg) per janjang maka total produksi kelapa sawit rakyat adalah sama dengan (=) 122.400.000,- kg x harga kelapa sawit di penggumpul (RAM) Rp 2.900,- = PR 354.000.000.000,- setiap 15 hari.

Bila sebulan ada hasil kotor dari kelapa sawit Se-Musi Rawas Utara angat Ko = Rp. 709.90 Miliar.

“Nah, dengan duit itu harusnya tumbuh ekonomi kita kencang. Tetapi sekarang kita masih banyak belanja ke Kecamatan Singkut dan Kota Lubuklinggau. Karena, masyarakat kito belum mau bertanam sayur-sayuran, pelihara ikan dengan baik dan benar serta masih ambil telur ayam dari luar. Inilah tantang Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utaraagar perputaran uang harusnya terjadi dalam Kabupaten Musi Rawas Utara,”ungkap dia.

Dia menambahkan seperti halnya makan bergizi gratis (MBG) ada sebesar Rp21 Miliar tiap bulan masuk ke Kabupaten Musi Rawas Utara. Pemerintah Kabupaten Musi Rawas antara sangat menyambut baik karena memberikan dampak besar bagi pergerakan ekonomi jual beli yang pasti (guaranteed) bagi masyarakat.(eky)