News

Hardiknas 2026. Ini Penjelasan Wakil Bupati Musi Rawas Menyampaikan Amanat Menteri Pendidikan 

53
×

Hardiknas 2026. Ini Penjelasan Wakil Bupati Musi Rawas Menyampaikan Amanat Menteri Pendidikan 

Sebarkan artikel ini
0-3048x4064-0-0-{}-0-24#bokehtype:0#;ts:130725190838000;appts:1777859305986;qlty:1;;illum:2 scene:0 humanIn:0;

 

 

 

Musi Rawas, Sumselnetwork.com-Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Musi Rawas berlangsung sangat sederhana.

 

Upacara peringatan Hardiknas berlangsung di halaman kantor Pemerintah Kabupaten Musi arawas dengan Inspektur Upacara, Wakil Bupati Musi Rawas, H Suprayitno, SH, Senin (4/5/2026).

 

 

Hadir saat upacara, Kapolres Musi Rawas, AKBP Agung Adithya Prananta, Sekretaris Daerah, Drs H Ali Sadikin, Makan Kemenag, PJU Polres Musi Rawas dan kepala OPD, Camat dan ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Musi Rawas.

 

Wakil Bupati Musi Rawas, H Suprayitno, SH membacakan amanat menteri pendidikan dasar dan menengah , Prof Dr Abdul Mu’ti M. Ed menyampaikan peringatan Hari Pendidikan Nasional adalah momentum untuk kita melakukan refleksi, meneguhkan, dan menghidupkan spirit pendidikan nasional.

Pada hakikatnya pendidikan adalah proses yang dilaksanakan secara tulus, penuh kasih dan sayang untuk memanusiakan manusia.

 

Pendidikan adalah proses menemukan

dan menumbuhkembangkan fitrah, kodrat alamiah manusia, atau potensi sebagai

makhluk Tuhan yang mulia. Inti proses pendidikan adalah memuliakan.

 

Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara, meletakkan dasar dan nilai pendidikan dengan sistem among; asah (ilmu), asih (kasih sayang), dan asuh (pendampingan, pembinaan).

 

Dikatakannya sesuai dengan amanat Undang-undang Dasar 1945 dan Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003, pendidikan pada hakikatnya adalah

proses mencerdaskan kehidupan, membangun watak dan peradaban bangsa.

Pendidikan adalah proses menumbuhkembangkan potensi manusia sehingga menjadi insan yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,

berakhlak mulia, cerdas, terampil, mandiri, sehat jasmani dan rohani, jujur,

bertanggung jawab, demokratis, dan kepribadian utama lainnya. Sesuai dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, pendidikan adalah usaha bersama untuk membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, kuat, dan tangguh untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang maju, makmur, dan bermartabat.

 

Berdasarkan landasan tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menerapkan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) sebagai program prioritas untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Sebuah adagium populer menyebutkan, jika hendak memajukan bangsa, perbaiki pendidikan. Jika hendak memperbaiki pendidikan, perbaikilah mulai dari dalam kelas. Pembelajaran Mendalam adalah ikhtiar yang dimaksudkan untuk mencapai cita ideal pendidikan nasional.

Untuk melaksanakan Pembelajaran Mendalam sebagaimana mestinya,

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah menetapkan lima kebijakan strategis.Pertama, Program Pembangunan dan Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran sebagai salah satu Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto. Revitalisasi dan digitalisasi dimaksudkan agar pembelajaran berlangsung dalam lingkungan fisik yang nyaman dan sarana yang memadai. Berbagai teori pendidikan menyebutkan bahwa lingkungan belajar yang nyaman dan sarana yang memadai merupakan faktor penting yang mendukung motivasi dan keberhasilan belajar. Pada tahun 2025, Program Pembangunan dan Revitalisasi telah dilakukan untuk 16.167 satuan pendidikan. Program Digitalisasi Pembelajaran melalui penyediaan papan interaktif digital (PID) t

 

 

Kedua, pemenuhan kualifikasi serta peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru. Kunci keberhasilan pendidikan terletak pada guru sebagai teladan, agen pembelajaran dan peradaban. Guna memenuhi kualifikasi guru, Pemerintah memberikan beasiswa 3.000.000 rupiah tiap semester untuk guru-guru yang belum berpendidikan Diploma IV/Strata 1 (S1) melalui program rekognisi pembelajaran lampau (RPL) di kampus yang memenuhi ketentuan Menteri Pendidikan Tinggi,

Sains, dan Teknologi.

 

Pada tahun 2025, beasiswa dialokasikan untuk 12.500 guru

dan pada tahun 2026 untuk 150.000 guru. Para guru juga mendapatkan berbagai

pelatihan seperti Pembelajaran Mendalam, Bimbingan Konseling, Koding dan Kecerdasan Artifisial, Kepemimpinan Sekolah, dan Bahasa Inggris. Pemerintah

juga meningkatkan kesejahteraan guru melalui sertifikasi, di mana nominal

tunjangannya telah dinaikkan dan kini ditransfer langsung setiap bulan.

 

Guru honorer juga mendapatkan insentif setiap bulan. Semua kebijakan dimaksudkan agar guru dapat melaksanakan tugas dengan tenang dan baik.

Ketiga, Pembelajaran Mendalam juga perlu diintegrasikan dengan penguatan

karakter melalui penciptaan budaya dan lingkungan sekolah yang aman dan

nyaman, baik fisik, sosial, dan spiritual. Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto tentang budaya ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah), kita bangun atmosfer

sekolah sehingga bisa menjadi rumah kedua bagi semua murid. Sekolah adalah

sarana membangun integrasi dan kohesi sosial melalui layanan pendidikan yang

inklusif, holistik, dan saling menghormati.

 

Diperlukan usaha bersama agar sekolah

bebas dari segala bentuk perundungan dan kekerasan. Termasuk program

penguatan karakter adalah penerapan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat

(7KAIH), Makan Bergizi Gratis (MBG), Pagi Ceria, Upacara Bendera, Pramuka

untuk pembentukan jiwa dan kepemimpinan, dan berbagai penguatan karakter melalui experiential learning (pembelajaran berbasis pengalaman) dan hidden curriculum (kurikulum tersembunyi). Kementerian juga meluncurkan album lagu anak dan lagu-lagu yang menumbuhkan semangat dan hidup rukun, toleransi, dan

saling menghormati. Melalui lagu, nilai-nilai utama dapat terinternalisasi ke dalam Jiwa dan kepribadian.

Keempat, meningkatkan kualitas pembelajaran dan capaian pendidikan melalui gerakan literasi dan numerasi, STEM (Sains, Teknologi, Enjinering, dan Matematika) serta Tes Kemampuan Akademik (TKA).

 

Selain untuk mengetahukemampuan akademik secara individual dan kelembagaan, TKA juga menjadi ala evaluasi untuk intervensi peningkatan mutu pendidikan, dan salah satu aspek penilaian untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Berbagai lomba olahraga dan seni diselenggarakan untuk mengembangkan bakat dan minat serta jiwa kesatria.

 

Kelima, bagaimana memberikan kesempatan pendidikan yang luas, dengan layanan pendidikan yang mudah, murah, dan fleksibel. Mereka yang tidak dapat belajar karena faktor ekonomi, domisili, budaya, keamanan, keadaan fisik, dan faktor penghambat lain, dibukakan kesempatan melalui sekolah satu atap, pembelajaran jarak jauh (PJJ), komunitas belajar, sekolah terbuka, dan layanan pendidikan lainnya. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah juga memberikan layanan untuk anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) dengan peningkatan sekolah inklusi,

sekolah luar biasa, dan pendidikan inklusi berkeadilan berbasis masyarakat.

Dalam 18 bulan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah meletakkan fondasi ‘pendidikan bermutu untuk semua’ melalui berbagai regulasi danekosistem yang mengintegrasikan empat pusat pendidikan, yaitu sekolah, keluarga, masyarakat, dan media. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat, dunia usaha, dan lembaga-lembaga yang berkomitmen memajukan pendidikan.

 

Kementerian menyampaikan terima kasih kepada lembaga-lembaga mitra di dalam dan luar negeri yang selama ini telah bekerja sama dengan baik. (**)